Mengertilah Bunda....
aku tuliskan puisi ini
dengan iringan air mata
Bunda...aku tahu....
periuk selalu minta di isi
dengan susah payah bunda mengisi
tapi sekali lagi mengertilah....
ku tak pernah rela bunda begini
Bunda....aku sadar....
menangis saja tidaklah cukup
air mata tetaplah air mata
yang tak pernah bisa berubah menjadi
lembar lembar rupiah
Tapi pahami aku bunda....
aku ingin berikan yang terbaik untukmu
walau kini aku belum bisa
tapi aku ingin kau tahu
tiada kasih terindah di dunia ini
selain kasih
bunda tercinta.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar